Home / FATWA PUASA / 36 Hal yang tidak Membatalkan Puasa
Sumber : Unggahan Al Azhar As Syarif

36 Hal yang tidak Membatalkan Puasa

Secara umum, hal-hal yang tidak masuk ke tenggorokan atau tidak masuk melalui lubang terbuka bisa dikatakan tidak membatalkan puasa. Contoh-contohnya akan disebutkan dalam poin-poin berikut ini:

Perihal Keseharian

  1. Menelan ludah yang masih di dalam mulut.
  2. Makan dan minum secara tidak senaja.
  3. Berenang dan menyelam.
  4. Menggunakan odol dan cuci mulut, selama tidak ada unsur yang masuk ke tenggorokan.
  5. Menelan dahak atau lendir, kecuali jika sudah dikeluarkan kemdian ditelan.
  6. Muntah tanpa disengaja, dengan syarat tidak menelan muntahannya.
  7. Keluarnya darah dari hidung, selama tidak ada darah yang sampai ke tenggorokan.
  8. Masuknya debu yang beterbangan di jalan.
  9. Mandi untuk mendinginkan suhu badan.
  10. Bersiwak.
  11. Mimpi basah (keluarnya mani saat tidur).
  12. Mencicipi makanan dengan lidah tanpa menelan apa yang dicicipi tersebut. Namun, seseorang yang tidak memiliki kepentingan seperti koki atau ibu yang sedang memasak dianjurkan tidak melakukan ini.

Perihal Kecantikan

  1. Menggunakan salep dan gel.
  2. Menggunakan minyak dan krim rambut.
  3. Menggunakan pelembab bibir, selama tidak ada unsur yang masuk tenggorokan.
  4. Menggunakan celak mata.
  5. Menggunakan pewangi atau parfum.
  6. Menggunakan lensa kontak mata.
  7. Berdandan, tetapi tidak boleh memperlihatkan perhiasan kepada para pria asing

Perihal Kedokteran

  1. Menggunakan stiker terapi seperti stiker terapi nikotin agar berhenti merokok.
  2. Suntik pembuluh darah, kulit, maupun otot.
  3. Menggunakan kateter urin.
  4. Suntik insulin.
  5. Tes darah, bekam, atau donor darah.
  6. Suntik enema, tetapi disunahkan mengqada puasa.
  7. Cuci ginjal, baik Hemodialisis maupun Peritoneal Dialisis.
  8. Servikografi, tetapi disunahkan tetap mengqada puasa.
  9. Menggunakan obat tetes mata, selama tidak ada yang dirasakan di tenggorokan.
  10. Menggunakan obat tetes hidung, selama tidak ada yan dirasakan di tenggorokan.
  11. Mengunakan obat tetes telinga, selama tidak ada yang dirasakan di tenggorokan.
  12. Mencabut gigi geraham, selama tidak ada yang masuk tenggorokan.
  13. Menggunakan kateter pebuluh darah atau kateter vaskular.
  14. Menggunakan alat pernapasan buatan atau Cardiopumonary Resuscitation (CPR).
  15. Menggunakan Suppositoria atau labus. Namun, disunahkan tetap mengqada puasa agar keluar dari perbedaan pendapat ulama.
  16. Terapi menggunakan obat di bawah lidah untuk sakit jantung, alergi yang muncul pada sistem pernapasan. Dengan syarat, tidak ada yang ditelan.
  17. Gastroplikasi Endoskopi atau prosedur pemeriksaan kondisi kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum) dengan menggunakan alat pemindai bernama endoskop, yaitu selang tipis dan fleksibel yang dilengkapi lampu dan kamera.


Sumber :
Pusat Fatwa Al Azhar

 

Lihat Juga

Apa Hukum Puasa Tasu’a dan Asyura?

Hukum berpuasa pada tanggal 9 dan 10 bulan Muhram adalah sunnah mustahabbah. Sesuai dengan riwayat  …