Home / TIMTENG / Demonstrasi di Irak: Menelan 543 Nyawa, Melukai 30 Ribu Pedemo, dan Menangkap 2700 Aktivis
Sumber foto : Skynewsarabia.com

Demonstrasi di Irak: Menelan 543 Nyawa, Melukai 30 Ribu Pedemo, dan Menangkap 2700 Aktivis

Berdasarkan laporan Komnas HAM Irak yang diterima kantor berita AFP Jumat kemarin (07/02/2020), tercatat sedikitnya ada 543 orang yang terbunuh selama demonstrasi antipemerintah sejak Oktober 2019 hingga saat ini.

Kementerian Kesehatan sendiri tidak merilis informasi apapun terkait demonstrasi kecuali pada hari pertama saja, yang memberitakan kehendak demonstran agar kelas politik penguasa Irak mundur dari jabatannya lantaran korupsi. Selain itu, kementerian ini juga hanya memberitakan perihal adanya serangan gas air mata, peluru hidup, dan penangkapan oleh pemerintah.

Setelah lebih dari empat bulan demonstrasi besar–Oktober 2019 hingga Januari 2020, Komnas HAM akhirnya merilis laporannya. Sebelum itu, pihaknya menuding pemerintah sengaja tidak memublikasikan jumlah korban meningal, terluka, maupun korban penangkapan.

Sebagai salah satu institusi negara yang paling vokal mengkritik cara pemerintah menangani demonstrasi, Komnas HAM mengatakan sejak meletusnya demonstrasi, terhitung 543 nyawa melayang dan 276 di antaranya terbunuh di Bagdad dan 17 di antaranya adalah personel keamanan.

Sumber medis mengatakan kepada AFP jumlah korban luka mencapai 30 ribu, sejak awal demonstrasi meletus. Ribuan di antaranya mengalami luka tembak. Namun, pihak pemerintah membantah tudingan penembakan oleh pihaknya seraya menuduh pelakunya adalah orang bersenjata tak dikenal.

Di sisi lain, para demonstran mengarahkan tuduhan mereka ke aparat keamanan, prajurit kelompok bersenjata, dan pihak-pihak yang berafiliasi dengan partai-partai politik. PBB sendiri menuduh kelompok-kelompok bersenjata berada di balik pembunuhan, penculikan, dan pengancaman terhadap para aktivis dalam pergerakan mereka menekan pemerintah Iraq yang berstatus paling korup ke-16 sedunia.

Komnas HAM juga menyatakan ada 22 aktivis yang terbunuh sepanjang gerakan mereka melawan pemerintah. Sementara itu, Komnas juga masih mencari kepastian status 72 aktivis lain dan meyakini bahwa sebagian dari mereka masih ditahan pihak yang menangkap mereka.

Dokumen Komnas HAM juga menyebut total ada penangkapan 2700 aktivis dan 328 dari mereka masih ditahan.

Sumber berita : AFP.com/ar

Lihat Juga

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi Meninggal di Umur 92 Tahun

Kantor kepresidenan Tunisia mengumumkan Presiden Beji Caid Essebsi wafat pada Kamis di umurnya yang menginjak …