Home / TIMTENG / Presiden Palestina: “Yang kami minta bukanlah sesuatu yang mustahil. Kami tak ingin ada yang berhenti melawan Amerika. Yang kami minta cukup dukungan (kalian) atas sikap kami”
sumber foto : akun Twitter Liga Arab

Presiden Palestina: “Yang kami minta bukanlah sesuatu yang mustahil. Kami tak ingin ada yang berhenti melawan Amerika. Yang kami minta cukup dukungan (kalian) atas sikap kami”

Pascapengumuman Amerika-Israel tentang “The Deal of the Century” 28 Januari lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas melawat ke Cairo. Dalam pertemuan mendadak dengan menteri-menteri luar negeri Arab, Mahmoud Abbas menyatakan “The Deal of the Century” seluruh isinya ditolak dan tidak layak dibawa ke meja negosiasi.

Semua poin yang termaktub pada lampiran kesepakatan tersebut juga tidak mungkin diterima sebagai rujukan internasional dalam menyelesaikan konfik Israel-Palestina.

“Kami masih percaya dengan adanya perdamaian dan kami ingin ada pembentukan mekanisme multilateral internasional hasil dari muktamar internasional ataupun yang serupa, guna merealisasikan resolusi internasional atas Yerusalem dan merealisasikan Inisiatif Perdamaian Arab,” kata Abbas lewat pernyataan sikapnya di kantor Liga Arab, Cairo.

Presiden Mahmoud Abbas juga menekankan bahwa dirinya mutlak tak menerima aneksasi Israel atas Yerusalem dan tak mungkin membiarkan sejarah menulis dirinya menjual ibu kota abadinya.

“Kita bukanlah penganut nihilisme yang tak mengakui nilai-nilai kemanusiaan dan kesusilaan. Kita terus mencari solusi adil terkait isu kita (Palestina) berdasarkan hukum internasional, tapi kita sekalipun tak akan menerima Amerika sebagai satu-satunya penengah dalam proses perdamaian.”

“Yang kami minta bukanlah sesuatu yang mustahil. Kami tak ingin ada yang berhenti melawan Amerika. Yang kami minta hanyalah dukungan atas sikap kami. Yaitu menerima apa yang kami terima dan menolak yang kami tolak,” pinta Presiden Palestina.

Mahmoud Abbas juga sudah mengirim surat ke Israel dan Amerika pascapengumuman keduanya atas “The Deal of the Century”. Surat tersebut menyatakan pemutusan hubungan diplomatik dengan kedua negara termasuk dalam hubungan keamanan. Hal ini diputuskan Palestina lantaran kesepakatan buatan Amerika-Israel melanggar perjanjian internasional, dan karena kesepakatan tersebut juga berisi klaim legalitas status Israel.

Selain itu, “The Deal of the Century” akan memperburuk hubungan Palestina-Israel dan seluruh kawasan. “Sebagai pihak penjajah, Israel harus bertanggung jawab penuh atas ketegangan yang terjadi,” kata Mahmoud Abbas.

Setelah pertemuan Mahmoud Abbas di Cairo pada Sabtu minggu lalu (01/02/2020), dirinya menghadiri konferensi OKI (Organisasi Kerjasama Islam) pada Senin di Jeddah (03/02/2020). Kemudian ia dijadwalkan hadir dalam Konferensi Afrika pada 9 Februari besok, dan pada Rabu minggu depan (12/02/2020) ia akan berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB. Setelah itu Presiden juga akan berbicara dengan organisasi-organisasi internasional untuk menggagalkan “The Deal of the Century”.

Presiden juga menegaskan kembali hak bangsanya meneruskan perjuangan sahnya atas tanah air Palestina dengan cara damai demi mengakhiri penjajahan. Beliau juga menegaskan hak bangsanya mendirikan negara Palestina merdeka dengan status Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

sumber : wafa.ps

Lihat Juga

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi Meninggal di Umur 92 Tahun

Kantor kepresidenan Tunisia mengumumkan Presiden Beji Caid Essebsi wafat pada Kamis di umurnya yang menginjak …