Home / Islamiah / Di Skandinavia, Matahari hanya Terbenam selama Dua Jam. Haruskah Penduduknya Berpuasa selama 22 Jam?
Kredit Foto : beautifulmosque.com

Di Skandinavia, Matahari hanya Terbenam selama Dua Jam. Haruskah Penduduknya Berpuasa selama 22 Jam?

Menurut Lembaga Fatwa Mesir, muslim Skandinavia (Eropa paling utara, meliputi Denmark, Swedia, Norwegia, Islandia, Finlandia) sebaiknya menentukan waktu puasa dan berbuka dengan mengikuti waktu kota Makkah, sebagaimana Allah Swt. telah menjadikannya sebagai Ummul Qura atau ibu seluruh negeri atau poros. Jadi, Makkah tidak hanya sebagai kiblat salat, tetapi juga sebagai patokan penentuan waktu-waktu ibadah apabila terdapat suatu kerancuan dalam penentuannya.

Adapun penentuan waktu ibadah seperti salat dan puasa dengan mengikuti waktu negara terdekat merupakan penentuan yang terbilang masih rancu dan kurang valid. Di sisi lain, orang-orang yang mengemukakan pendapat tersebut mensyaratkan adanya kemudahan dalam mengetahui perhitungan secara tepat dan sayangnya pendapat ini dilakukan tanpa adanya eksperimen, bahkan malah semakin membingungkan umat di wilayah tersebut.

Fenomena inilah yang mendorong Grand Syekh Azhar Syekh Jad al-Haq tahun 1982 mengemukakan fatwa bagi penduduk negara yang memiliki waktu siang yang lebih panjang dari waktu malamnya untuk mengikuti waktu ibadah kota Makkah dan Madinah. Alasanya karena cukup sulit untuk mengetahui perhitungan yang valid dengan mengacu kepada kota terdekat dengan Norwegia. Syekh Jad al-Haq berfatwa bagi muslim yang tinggal di negara-negara tersebut untuk berpuasa dengan durasi waktu puasa di Makkah dan Madinah dimulai dari terbit fajar shadiq (waktu subuh) di negara domisili.

Para ulama kontemporer seperti Syekh Muhammad Abduh, Prof. Dr Muhamad Sayyid Thanthawi, Syekh Ali Jum’ah, dan Syekh Muhammad Zarqa juga memperbolehkan mengikuti waktu ibadah kota Makkah dan Madinah bagi penduduk negara yang waktu siangnya lebih panjang dari waktu malamnya.

 

Apa hukum orang yang meninggal dunia yang masih mempunyai hutang puasa?

Jika seseorang meninggal dunia dan ia mempunyai hutang puasa, maka diambil dari hartanya untuk membayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin setiap harinya 1 mud (510 gram) atau boleh dengan nominal uang yang ditentukan oleh fatwa setempat. Dan diperbolehkan bagi anak dan kerabatnya membayarkan fidyah apabila almarhum tidak mempunyai harta.

Apakah ada rukhsah atau keringanan untuk tidak berpuasa bagi orang yang profesinya menuntut selalu bepergian atau safar?

Allah Swt. telah memberikan keringanan (rukhsah) untuk tidak berpuasa bagi musafir selama jarak perjalannanya tidak kurang dari 83 km, dengan syarat, tujuan safar tersebut bukan untuk maksiat. Perlu diketahui pula bahwa Islam memberikan rukhsah tak berpuasa bagi bagi musafir bukan sebab adanya keberatan (masyaqqah). Alasannya, keberatan itu bersifat relatif, dan tingkatannya berbeda-beda pada setiap individu. Maka dari itu, masyaqqah tidak dapat dijadakan sebagai patokan bagi mereka yang berpuasa.

Dalam surat al-Baqarah:185, Allah Swt. berfirman “Dan barang siapa yang sakit atau bepergian maka baginya mengganti puasanya pada hari-hari selain itu. Allah Swt. Menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.”

Berdasarkan ayat di atas, jadi selama ada sifat ‘safar’ bagi seorang yang berpuasa dan tujuannya bukan untuk maksiat, diperbolehkan baginya untuk berbuka puasa. Baik musafir tersebut merasa keberatan maupun tidak; dan apakah profesinya menuntut safar atau tidak, kedua keadaan tadi tidak menggugurkan keringanan yang diberikan oleh syariat. Hanya saja, Allah Swt. memang menjamin keutamaan dan pahala yang lebih besar bagi seorang musafir yang berpuasa. Dalam surat al-Baqarah:184 Allah Swt. berfirman, “Dan berpuasalah itu lebih baik bagimu.” Namun, jika seorang musafir merasa jika dirinya tetap berpuasa ia akan mendapati dharar (entah sakit maupun aktivitas yang terganggu), maka makruh baginya berpuasa.

Lihat Juga

Mendengarkan Musik, Haram atau Tidak?

Terlepas dari hukum dan suka atau tidaknya seseorang mendengarkan musik, pada kenyataannya ia sudah menjadi …