Home / MASISIR / Kata Mereka tentang IALF
Sumber Foto : akun Instagram @wihdahppmi

Kata Mereka tentang IALF

Ahad kemarin (04/08) Wihdah PPMI Mesir mengadakan seminar bertajuk “Bahasa Arab sebagai Manifestasi dan Wujud Eksistensi Mahasiswi Azhari”. Seminar ini merupakan acara pembuka dari seluruh rangkaian International Arabic Language Forum (IALF).

Pihak panitia sebetulnya hanya mematok 200 peserta saja. Rinciannya, 100 untuk mahasiswi Indonesia, dan 100 sisanya untuk perwakilan dari negara lain. Namun, ternyata yang hadir menembus 250 mahasiswi.

“Antusias peserta terasa sekali, melebihi ekspektasiku. Rupanya mereka sungguh punya kegelisahan dan kesadaran yang sama soal kurangnya kemahiran dalam berbahasa Arab. Ditambah pematerinya yang semuanya orang non-Arab. Kesamaan latar belakang inilah yang menarik simpati peserta dan membuat mereka merasa dekat (dengan masalah kebahasaan)”, jelas ketua panitia, Dina Fornia.

“Alhamdulillah banyak bersyukur dan sedikit kecewa. Banyak yang antusias dan banyak yang bertanya, besarnya melebihi ekspektasi panitia sebelumnya”, ungkap Irene Ifta, panitia bagian dokumentasi.

Choirotin Nurlatifah, sekretaris panitia IALF, juga tidak menyangka jumlah peserta menembus 250, padahal target awal hanya 200 peserta. Hanya saja, perwakilan dari luar negeri hanya 30 peserta, tak sesuai undangan.

“Alhamdulillah, saya merasa puas karena merasakan adanya gema kesuksesan. Kerja keras panitia terbayar di hari itu. Semoga teman – teman bisa mengambil manfaat dari acara grand opening IALF ini,” kata Furna Hubbatalillah, ketua Wihdah 2019/2020.

Salah satu murid Daurah Lughah, Fajriyatul Fatimah, mengapresiasi acara ini. Ia mengakui bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat penting dan harus mendunia. Ia juga mengapresiasi adanya program pendukung berupa pelatihan debat yang akan diadakan di pertengahan Agustus dan pelatihan terjemah di bulan Oktober.

“Aku sih tertarik di pelatihan terjemahnya,” ungkapnya.

Senada dengan Fajriyatui Fatimah, mahasiswi fakultas Syariah Islamiyah Ulya Wardani mengaku jiwanya tercerahkan usai mengikuti seminar ini. Ia merasa diingatkan akan pentingnya belajar dan mempraktekkan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu ia juga sadar akan kemampuan dalam berbahasa Arab yang masih di bawah standar, padahal hidup di negeri Arab.

“Selebihnya, ya, seperti acara lain yang pasti ada kekurangan dan kelebihannya”, tambahnya.

Afifah, mahasiswi asal Solo menilai acara ini (IALF) bagus dan menyadarkan kita bahwa Allah telah memilihkan bahasa Arab untuk umat Islam, “Maka, tiada alasan lagi bagi kita untuk tidak menyadari keindahan bahasa tersebut,” pungkasnya.

Lihat Juga

IALF; Wujud Perhatian Wihdah pada Urgensi Bahasa Arab

Setelah menyelenggarakan kegiatan “Holiday with Quran” pada bulan Juli lalu, kini Wihdah hadir dengan menyelenggarakan …